Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo: Dengan konsep 4 M (membersihkan, menanam, menjaga dan melestarikan) bisa meminimalisir bencana yang kerap terjadi di negeri kita akhir-akhir ini dan alam ini tetap terjaga dengan kesadaran penuh dari manusianya sendiri
 
Berita ini juga bisa akses pada handphone anda http://m.bangfauzi.com

Bang Fauzi Kembali Bertatap Muka dengan Warga

Jum'at, 05/02/2010, 10:19 WIB
Guna lebih mengetahui keluhan warga dan kinerja aparat di tingkat paling bawah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kembali berkantor di Kelurahan Pasar Minggu, Kamis (4/2).

Bahkan, sejak reformasi birokrasi digulirkan, Pemprov DKI menginginkan lurah yang profesional untuk mengayomi warga.

Dalam kesempatan itu, Bang Fauzi melihat langsung kondisi Puskesmas Pasar Minggu II yang sudah tidak layak. Banyak yang bocor dan kusen-kusen tampak keropos sehingga membuat pasien tidak nyaman.

"Gedung ini perlu direhab total, karena sudah sangat memprihatinkan," kata Bang Fauzi.

Akan tetapi, ia belum bisa memastikan kapan rehab puskesmas itu bisa dimulai, karena perlu proses dan penyediaan anggaran yang cukup.

Meski begitu, Bang Fauzi mengimbau agar para dokter dan perawat harus tetap memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.

Bang Fauzi juga memuji Puskesmas Pasarminggu II yang telah memberikan pelayanan cukup baik kepada masyarakat. Puskesmas tersebut juga menyediakan rawat inap bersalin, persediaan obat sudah lengkap dan memadai.

Selain itu, Bang Fauzi menilai letak lokasi binaan (lokbin) Pasar Minggu kurang strategis karena posisinya yang  berada di belakang, sehingga tidak menjanjikan keuntungan yang besar bagi para pedagang.
 
"Kalau dikasih tempat di belakang mana ada pembelinya. Saya sanksi kalau lokbin yang disediakan akan ada pembelinya. Karena posisinya terlalu di belakang," ujarnya.

Menurut Bang Fauzi, paa pedagang akan mau berjualan di lokbin jika dijamin akan ada pembeli yang datang dan pendapatan mereka seimbang.

Warga Pasar Minggu juga berharap agar Kali Baru segera dinormalisasi apabila hujan turun, luapan air tidak membuat rumah warga kebanjiran.

"Warga juga sudah mengantisipasinya dengan tidak membuang sampah ke kali dan melakukan kerja bakti setiap dua minggu sekali. Tapi, masih tetap terjadi banjir karena kondisi kali yang sudah dangkal," ujar salah satu warga kepada Bang Fauzi.

Selain itu, warga juga meminta penambahan saluran air. Karena, selama ini saluran air masih sangat kurang, sehingga jika hujan datang airnya bisa langsung terbuang ke saluran tersebut.

Dari keluhawan warga tersebut, Bang Fauzi berjanji akan melakukan pengerukan pada beberapa kali di pertengahan tahun ini. Hal ini dilakukan agar potensi banjir di Jakarta bisa berkurang.||bim/fuad/faz


Bookmark and Share
:: Berita Sebelumnya
 
   
   

   

 
Crisis